Viadeo Events

Keep up with events in your field. Seminars, conventions and trade fairs, they're all here.
Do you want to attend?
Submit
From Wednesday 6 April 2011
to Sunday 24 April 2011
Seni Patung Contemporer
IRISAN
Seni Patung Kontemporer Indonesia


Ada alasan yang selayaknya dikemukakan dalam penggunaan istilah ‘seni patung’ dalam perhelatan besar ini. Istilah ‘seni patung’ bukanlah istilah yang telah dikurung dalam terminologi konvensional yang hanya berarti sebagai sebuah tipe karya tiga dimensi yang proses pembentukannya dibuat dengan metode subtraktif atau aditif. Tetapi, seni patung dalam pengertian pameran ini adalah karya seni rupa tiga dimensi yang memiliki kecenderungan estetis yang diaspora, hibriditas, dan brikolase.

Keluasan batasan ini adalah realitas gubah seni rupa kontemporer yang menolak prinsip ‘kesatuan’ (unity), rasionalisme dan ‘universalisme’ yang ditawarkan modernisme, dengan menawarkan sebuah percampuran dan perlintasan melalui dialogisme (dialogism) atau ‘titik temu'.

‘Dialogisme’ adalah proses pertemuan dan interaksi dua teks atau lebih, dalam menciptakan ‘ruang ketiga’. Berdasarkan prinsip dialogisme sebuah karya adalah sebuah ‘medan’ atau ‘ruang’ tempat berlangsungnya pertukaran tanda antara seorang seniman dengan pihak-pihak lain, dalam rangka menciptakan sebuah makna atau orientasi semantik yang baru. (Piliang, 2006).

Dialogisme yang dikembangkan oleh Mikhail Bakhtin dikembangkan lebih lanjut oleh Julia Kristeva dengan sebutan intertektualitas. Kristeva melihat bahwa dalam sebuah teks atau karya seni, tidaklah sesederhana relasi-relasi antara bentuk dan makna atau penanda (signifier) dan petanda (signified). Kristeva melihat pentingnya dimensi ruang dan waktu dalam realitas teks. Sebuah teks atau karya seni dibuat dalam waktu yang kongkrit. Oleh sebab itu mesti ada relasi-relasi antara sebuah teks atau karya dengan teks atau karya lainnya dalam ruang, dan antara satu teks atau karya seni dengan teks yang sebelumnya di dalam garis waktu. Singkatnya, Kristeva melihat bahwa satu teks atau karya seni tidak berdiri sendiri, tidak mempunyai landasan atau kriteria dalam dirinya sendiri—tidak otonom.

Mengacu pada penjelasan di atas, dalam kasus karya seni patung kontemporer Indonesia, dialogisme atau interteks dapat dilihat pada kecenderungan pengubahannya yang memperlihatkan garis lintas atau garis lintang pertumbuhannya yang secara tersirat bahkan tersurat dapat ditarik dari kecenderungan perupaan secara konvensional hingga kemungkinan perupaan dalam tataran idiologi postmodernisme.

***

Pameran ini dirancang guna mewadahi berbagai gejala ekspresi seni patung kontemporer Indonesia. ‘Kontemporer’ dalam pengertian ini mengacu pada pengertian umum yang berati sebagai seni yang berkembang masa kini—bertimbang pada waktu kekinian. Dengan demikian, dalam pengertian ini, istilah ‘kontemporer’ telah mewadahi juga kecenderungan ekspresi seni patung yang bertalian dengan gejala teknik yang mengacu pada kaidah estetik seni patung konvensional yang masih hidup dan dipelihara, hingga ekspresi seni patung yang cenderung meninggalkan kaidah estetik seni patung konvensional dan memperlihatkan ketertarikannya terhadap ideologi estetik postmodernisme. Pendeknya, pameran ini mewadahi kecenderungan ekspresi seni patung dengan penggunaan kosa rupa tradisi, kosa rupa modernisme, dan kosa rupa postmodernisme.

Dapat dibayangkan bahwa pameran ini akan menghadirkan berbagai gejala estetik seni patung Indonesia masa kini yang telah dan tengah dicipta oleh puluhan seniman seni rupa Indonesia. Sebuah kekayaan yang amat berharga. Pameran ini makin menegasakan bahwa dalam realitas hari-hari ini, berbagai kecenderungan seni patung adalah warga yang sah dalam batasan seni patung kontemporer.

Kendatipun demikian, patut disadari bahwa menghadirkan keseluruhan gejala estetik seni patung Indonesia bukanlah hal mudah. Itu sebabnya, pameran ini lebih dekat pada sifat ‘irisan’ atau potongan/keratan. []

Hardiman dan Asikin Hassan,
kurator
Organised by:Melany Gunawan
Owner, Andis Gallery
Start:
End:
Wednesday 6 April 2011 18:45
Sunday 24 April 2011 18:46
(GMT+07:00) Bangkok, Hanoi, Jakarta
Category:Arts and Culture > Antiques - Art markets
Address:

10130 jakarta (Jakarta Raya)

Melany Gunawan | Owner, Andis Gallery
Melany Gunawan
Owner, Andis Gallery